Cara Memakai Ihram Pria & Wanita Yang Benar dan Lengkap

Primasaidah.com – Memakai ihram merupakan pakaian yang wajib dipakai oleh jamaah haji atau umroh pria & wanita. Pakaian ihram dipakai ketika sampai di miqat, hal ini juga menandai dimulainya ibadah umroh dengan mengucapkan niat umroh. Dengan menggunakan pakaian ihram dan mengucapkan niat, maka mulai-lah berlaku larangan ihram.

Pakaian ihram untuk pria dan wanita berbeda, bagi pria adalah dua lembar kain yang tidak boleh berjahit yang berfungsi sebagai penutup bagian bawah dan atas. Sedangkan untuk wanita, memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar / niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidak boleh mengenakan kemeja, sorban, celana panjang, kopiah dan sepatu, kecuali bagi yang tidak mendapatkan sandal, maka dia boleh mengenakan sepatu. Hendaknya dia potong sepatunya tersebut hingga di bawah kedua mata kakinya. Hendaknya dia tidak memakai pakaian yang diberi za’faran dan wars (sejenis wewangian).” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat Bukhari disebutkan,

وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ

“Hendaknya wanita yang sedang berihram tidak mengenakan cadar dan sarung tangan.” (HR. Bukhari).

Cara Memakai Ihram Bagi Pria

Pakaian ihram yang harus dikenakan oleh pria adalah dua lembar kain berwarna putih yang tidak berjahit. Dua lembar kain ihram tersebut untuk menutup bagian bawah atau dikenakan sebagai sarung dan satu lembar kain lainnya digunakan sebagai selendang yang menutup pundak. Di bawah ini adalah cara memakai kain ihram bagi laki-laki:

  • Pilihlah 1 lembar kain untuk digunakan di bagian bawah badan, yang akan digunakan sebagai sarung. Kain yang digunakan merupakan kain yang lebih panjang.
  • Kemudian bentangkan kaki dan mulai sarungkan kain yang lebih panjang tadi ke badan.
  • Bentangkan tangan kanan sambil menggenggam dua ujung kain ihram yang disatukan, dan tangan kiri diletakkan dibawah ketiak kanan untuk menahan lipatan kain.
  • Ujung kain ihram yang disatukan ditarik ke arah kiri, sedangkan tangan kanan bergantian menahan lipatan dibawah ketiak.
  • Ujung kain ihram yang disatukan dilipat kedalam sehingga tidak kelihatan dari depan dan nampak rapi.
  • Lipatan kain ihram digulung ke bawah seperti saat hendak mengenakan sarung untuk sholat.
  • Gunakan kain satunya lagi untuk digunakan sebagai selendang di bagian atas tubuh, posisikan kain ihram bagian atas dengan cara diselempangkan di bawah ketiak kanan dan dilampirkan dibahu kiri.

Cara Memakai Ihram Bagi Wanita

Pakaian ihram yang digunakan oleh wanita sangat mudah yaitu memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya. Namun tidak dibenarkan memakai cadar/ niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.

Demikianlah artikel mengenai cara memakai kain ihram. Penjelasan lebih rinci tentang pakaian ihram sekaligus praktek tata cara pemakaiannya akan dijelaskan pada saat manasik. HPW Tour & Travel sebagai salah satu penyelenggara umroh dan haji di Indonesia, berkomitmen memberikan layanan terbaik bagi jamaah termasuk bimbingan ibadah yang sesuai dengan Qur’an dan Sunnah.