Tata Cara Melaksanakan Ibadah Umroh Sesuai Rukun dan Larangannya

Primasaidah.com – Ibadah umroh merupakan bagian dari ibadah mahdoh, yaitu ibadah yang sudah ditetapkan syaratnya, rukunnya dan tempatnya.

Selain ibadah haji, ibadah umroh merupakan ibadah yang hanya bisa dilakukan dengan berkunjung langsung ke kota Mekkah, Arab Saudi.

Namun bedanya, umroh bisa dilakukan kapan saja. Tanpa berbatas waktu, seperti haji yang hanya bisa dilaksanakan saat bulan Dzulhijjah.

Meski demikian, sebagaimana ibadah lainnya dalam Islam, umroh pun punya beberapa tahapan dalam pelaksanaannya. Berikut tahapannya:

Tempat Miqat

Miqat merupakan tempat untuk memulai niat dan berpakaian ihram. Miqat dilaksanakan di Bir Ali. Adapun untuk pakaian ihram diperkenankan dipakai sejak di Madinah. Namun, niatnya harus tetap dilakukan di Bir Ali.

Jika sudah berpakaian ihram, lanjutkan dengan shalat sunnah ihram 2 rakaat.

Tidak Menggunakan Wewangian

Selama menggunakan pakaian ihram, tidak diperbolehkan menggunakan minyak wangi, mandi menggunakan sabun, menyikat gigi dengan pasta gigi, menggunakan peci atau pakaian lain, hingga dilarang melakukan hubungan suami istri.

Membaca Talbiyah

Sama halnya dengan ibadah haji, ketika umrah perlu membaca kalimat Talbiyah. Semakin sering dilafalkan, maka semakin utama kemuliannya.

Setelah semua persiapan tersebut dilaksanakan, barulah umroh dilaksanakan sesuai rukun.

Tawaf mengelilingi Kakbah sebanyak 7 kali

Pada tahap ini, orang yang melakukan ibadah umrah perlu melakukan putaran 1-3 kali dengan berlari kecil. Kemudian, dilanjutkan dengan 4-7 putaran dengan berjalan biasa. Sementara tawaf dimulai dari garis lurus yang berada di antara pintu Kabah dan lampu yang di pasang di sisi masjid.

Sambil melihat ke Kakbah, orang yang melakukan umroh harus melambaikan tangan 3 kali sambil mengucapkan ‘Bismillah, Allahu Akbar.’ Selain itu, tawaf biasanya diiringi dengan bacaan doa, seperti ini.

Setelah itu baru shalat 2 rakaat di depan makan Ibrahim, serta minum air Zam-zam yang diawali dengan doa terlebih dulu.

Sai antara Shofa dan Marwa sebanyak 7 kali bolak-balik

Sai dilakukan dengan berjalan. Namun, saat memasuki batas 2 lampu hijau, dianjurkan untuk lari-lari kecil. Dari Shofa ke Marwa dihitung satu, kemudian dari Marwa ke Shofa dihitung dua. Begitu seterusnya sampai tujuh kali.

Mencukur rambut atau Tahallul

Sebagai bagian dari rukun umroh, mencukur rambut atau tahallul adalah sebuah keharusan. Boleh dicukur sebagian, tetapi diutamakan dicukur seluruhnya. Tahallul ini dilakukan setelah melakukan Sai yang ke tujuh.

Tertib

Rukun terakhir yang perlu diterapkan adalah tertib. Artinya, dari nomor satu ke nomor tiga harus dilakukan secara berurutan. Barulah ibadah umroh dinyatakan sah dan selesai.

Meski bisa dilaksanakan sewaktu-waktu, umroh tetaplah berbeda dengan traveling kebanyakan. Dibandingkan dengan pergi sendiri, umroh lebih dianjurkan untuk pergi secara berkelompok bersama t agen travel terpercaya agar ibadah umroh yang dijalankan lebih mabrur.

Sebagai calon jamaah Anda akan memperoleh layanan sebaiknya, HPW Tour & Travel mengadakan manasik secara rutin. Tujuannya untuk mengedukasi calon jamaah umroh.

Sebab manasik adalah bekal penting yang berguna bagi para jamaah umroh ke depannya. Melalui peragaan dan penjelasan pembimbing manasik yang berintegritas, calon jamaah umroh dijamin mendapatkan bekal berupa tata cara dan rukun ibadah umroh yang mudah untuk dipahami bagi para calon jamaah.